Promise
Pagi ini pukul 01.40, 31 Agustus 2015. Iringan musik emosional,
menggetar relung dijiwa. Ditemani suara alam berbisik, dengan beberapa jangkrik
menambah khas aransemennya. Memikirkannya membuatku takut, melanjutkannya pun
membuatku takut. Kulihat lagi jarum jamnya, gelap?? seperti nuansa terjerembab
dalam pohon tanpa lubang cahaya. Ku lesehkan kedua kakiku sambil mendongakkan
kepalaku. Iya, "seperti apa nanti sekarang pun masih begini" sebuah
ucapan protes terhadap diri.

Kembali ke masa lalu, kemudian memperbaiki sebuah awal yang buruk
menjadi awal yang baik. Mengapa tidak? Kuputarnya berlainan arah dengan raut
wajah senang berharap semua akan baik saja. Tapi kumasih tetap menulis?? ruang
kosong dijiwaku pun menjadi sempit, kekesalan teramat sangat, hidup dengan
penuh keabu-abuan mengharap seperti warna mawar merah, tapi kita berbeda.
Penyair, pengamen dan penjajak makanan berputar melewati lorong-lorong tol.
Putus asa adalah racun yang menjatuhkan mental manusia. Ku tertawa, karena
mungkin ku bukan manusia.
Ketakutan itu makin menggila, meracuni semua pembuluh darah.
apakah ada obatnya? tak kan bisa rempah-rempah itu menyembuhkanmu, hanya ini
yang bisa dilakukan iya operasi!! Operasi mengeluarkan keberanianmu, Api yang
berwarna merah harus diganti dengan yang biru, keluarkan ambisimu, buang sikap
malasmu, jahit kebencianmu dengan cinta dan kasih.
Dirigen
hampir mulai mengakhiri kesedihannya, detak jarum jam yang kembali normal,
kegaluan akan rindu yang menghilang,, lantunan nada inipun diberikan judul
"Promise".